Saturday, July 23, 2011
Bagaimana Cara Meremaster Distro Linux (Ubuntu)?
Sesuai janji saya kemaren kemaren, kali ini saya akan sharing tentang cara cara meremaster sebuah distro yang ada di Linux. Berikut adalah pengantar mengenai remastering distro linux ubuntu.
Remastering Distro Linux, jika dilihat dari definisinya remastering linux sendiri adalah proses untuk membuat sebuah linux baru dari linux yang sudah ada. Hasil remastering linux adalah linux yang mirip dengan linux induk namun telah mengalami beberapa modifikasi yang membuatnya berbeda dibandingkan dengan linux induk, misal tematampilan, perangkat lunak yang terbundel dengannya dan sebagainya.
Tujuannya dari remastering adalah untuk dapat memenuhi kebutuhan dari pengguna yang tidak tersedia dalam distro induknya, atau perbaikan bug dari distro induknya.
Banyak sekali contoh dari distro remastering yang sudah ada, baik lokal maupun buatan luar negeri. Sedangkan software untuk remastering distro ubuntu banyak varian nya , yang terkenal adalah Remastersys.
Sedikit ulasan tentang definisi Distro Turunan.
Distro Turunan adalah Sebuah proses untuk membuat sebuah linux baru dari linux yang sudah ada sebagai dasar ataupondasi sistemnya, hampir sama dengan definisi distro remastering cuma dalam distro turunan adabeberapa paket aplikasi khas yang dipelihara oleh developer distro turunan tersebut. tujuannya punhampir sama dengan distro remastering, sebagai pengembangan dan penyesuain dengan kebutuhanpengguna.
Agar lebih jelas lagi, saya akan memberikan perbedaan-perbedaan yang bisa mendefinisikanapakah sebuah distro itu dikatakan sebuah distro remastering atau distro turunan.
Distro Remastering :
1. tidak mempunyai repositori
2. tidak mempunyai paket khas untuk dirinya
3. tidak mempunyai pemaket yang memelihara paket aplikasi
4. tidak membuat patch paket aplikasi
5. tidak mempunyai penelusuran bug
Dsitro Turunan :
1. mempunyai repositori sendiri tidak dari distro induknya
2. mempunyai paket khas yang tidak dimiliki oleh induknya, contoh blankon-contextual-desktop,daluang,dll
3. mempunyai pemaket yang memelihara paket aplikasi
4. mempunyai rebranding paket dari induknya
5. mempunyai penulusuran bug
Oke dibawah ini saya akan share bagaimana cara Remastering Distro Linux Ubuntu . Silahkan di download file .rar nya , karena jika saya post di artikel ini akan sangat panjang. Jika mengalamai kesulitan bisa komentar di artikel ini. Insyaalloh saya bantu
Silahkan Download di Link dibawah ini:
Thursday, July 21, 2011
Cara memperbaiki Network Manager Disabled di Ubuntu
Tidak usah bingung, bisa diperbaiki kok.Caranya cukup Buka terminal, Jika belum tau letaknya silakan buka lewat menu -> Accessories -> Terminal
Dan jalankan perintah dibawah ini:
service network-manager stop
rm /var/lib/NetworkManager/NetworkManager.state
service network-manager start
Beres
[main]NetworkingEnabled=falseWirelessEnabled=trueWWANEnabled=true
[main]NetworkingEnabled=trueWirelessEnabled=trueWWANEnabled=true
Sunday, June 19, 2011
Sejarah GNU/Linux
Linux merupakan sistem operasi bertipe Unix modular. Linux memiliki banyak disain yang berasal dari disain dasar Unix yang dikembangkan dalam kurun waktu1970-an hingga 1980-an. Faktor ketersediaannya dan kompatibilitasnya yang tinggi menyebabkannya Unix dapat digunakan, disalin dan dimodifikasi secara luas oleh institusi-institusi akademis dan pada pebisnis. Namun satu hal yang sangat disayangkan pada waktu itu adalah kita tidak bisa sembarangan memodifikasi dan menyebar luaskan Unix secara bebas ke masyarakat umum.
Proyek GNU yang mulai pada 1984 memiliki tujuan untuk membuat sebuah sistem operasi yang kompatibel dengan Unix dan lengkap dan secara total terdiri atas perangkat lunak bebas. Tahun 1985, Richard Stallman mendirikan Yayasan Perangkat Lunak Bebas dan mengembangkan Lisensi Publik Umum GNU (GNU General Public License atau GNU GPL).
Kebanyakan program yang dibutuhkan oleh sebuah sistem operasi (seperti pustaka,kompiler, penyunting teks, shell Unix dan sistem jendela) diselesaikan pada awal tahun 1990-an, namun sayangnya elemen-elemen tingkat rendah seperti device driver, jurik dan kernel masih belum selesai, pada saat itulah (1991) Linus Torvalds mengumumkan telah membuat sebuah kernel yang dibuat berdasarkan Unix yang diberi nama Linux, hal ini tentunya sebuah kebetulan dimana pada waktu itu proyek GNU membutuhkan Kernel (belum memiliki kernel ) , hal ini dapat dilihat dari pernyataan Linus Torvalds yang pernah berkata bahwa jika kernel GNU sudah tersedia pada saat itu (1991), dia tidak akan memutuskan untuk menulis versinya sendiri. Linux sendiri terinspirasi dari Minix. MINIX, adalah sebuah sistem bertipe Unix yang ditujukan untuk penggunaan akademis dirilis oleh Andrew S. Tanenbaum pada tahun 1987. Kode sumber MINIX 1.0 tercantum dalam bukunya
Operating Systems: Design and Implementation.
Walaupun dapat secara mudah didapatkan, modifikasi dan pendistribusian ulang tidak diperbolehkan pada saat itu. Hak cipta dari kode sumbernya termasuk ke dalam hak cipta dari bukunya yang dipublikasikan oleh Prentice Hall.
Sebagai tambahan, disain versi 16-bit dari MINIX kemudian tidak secara baik diadaptasikan kepada versi 32-bit dari arsitektur Intel 386 yang murah dan populer yang digunakan secara luas di komputer pribadi.
Tahun 1991, Torvalds mulai bekerja untuk membuat versi non-komersial pengganti MINIX sewaktu ia belajar di Universitas Helsinki. Hasil kerjaannya itu yang kemudian akan menjadi kernel Linux.
Linux sendiri merupakan versi Unix like tersendiri yang pembuaatanya dan pengembangannya tidak memiliki hubungan dengan Minix, Hal ini dapat
dilihat Pada tahun 1992, dimana Tanembaum menulis sebuah artikel di Usenet, mengklaim bahwa Linux sudah ketinggalan zaman.
Dalam artikelnya, ia mengkritik Linux sebagai sebuah sistem operasi dengan rancangan monolitik dan terlalu terpaku dengan arsitektur x86 sehingga tidak bersifat portable, di mana digambarkannya sebagai sebuah "kesalahan
mendasar".
Tanenbaum menyarankan bahwa mereka yang menginginkan sebuah sistem
operasi modern harus melihat kepada sebuah rancangan yang berdasarkan kepada model mikrokernel. Tulisan tersebut menekankan tanggung jawab Torvalds yang berujung kepada sebuah debat tentang rancangan kernel monolitik dan mikrokernel. ( Minix memiliki tipe kernel Microkernel sementar Linux memliki tipe Kernel Monolitic )
Sekarang ini Linux telah digunakan di berbagai domain, dari sistem benam sampai superkomputer, dan telah mempunyai posisi yang aman dalam instalasi server web dengan aplikasi LAMP-nya yang populer.
Pengembangan kernel Linux masih dilanjutkan oleh Torvalds, sementara Stallman mengepalai Yayasan Perangkat Lunak Bebas yang mendukung pengembangan komponen GNU. Selain itu, banyak individu dan perusahaan yang mengembangkan komponen non-GNU.
Komunitas Linux menggabungkan dan mendistribusikan kernel, komponen GNU dan non-GNU dengan perangkat lunak manajemen paket dalam bentuk distribusi Linux.
PENGEMBANGAN SISTEM OPERASI GNU/LINUX
Setelah kemaren membahas tentang distribusi GNU/Linux, sekarang saya akan sedikit shara tentang pengembangan sistem operasi linux. Bagi yang belum menyimak bisa cek lagi di sini
Sedikit saja ulasanya,lunak bebas yang paling umum, GNU GPL, adalah sebuah bentuk copyleft, dan digunakan oleh Kernel Linux dan komponen-komponen dari proyek GNU.
Sistem Linux berkaitan erat
dengan standar-standar POSIX, SUS, ISO dan ANSI. Akan tetapi, baru distribusi Linux-FT saja yang mendapatkan sertifikasi POSIX.
Proyek-proyek perangkat lunak bebas, walaupun dikembangkan dalam bentuk
kolaborasi, sering dirilis secara terpisah. Akan tetapi, dikarenakan lisensi-lisensi perangkat lunak bebas secara eksplisit mengijinkan distribusi ulang, terdapat proyek-proyek yang bertujuan untuk mengumpulkan perangkat lunak-perangkat lunak tersebut dan menjadikannya tersedia dalam waktu bersamaan dalam suatu bentuk yang dinamakan distribusi Linux.




